Thursday, December 18, 2014

(IGD) INDONESIA GAWAT DARURAT

dari seorang (temennya temen) yg statusnya gak bisa ane klik share, ane copas aje.. monggo dikunyah
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Mereka, Tak Ingin Indonesia Jaya
----
Masih ingat twitwar antara Jonru dan Budi Jatmiko?
Silahkan lihat di sini: http://chirpstory.com/li/241889
Seusai twitwar, Budi berkata bahwa pekerjaannya jadi menumpuk. Gara-gara meladeni Jonru, hari itu ia terpaksa pulang malam. Saya sih ngga tau Budi kerja dimana dan sebagai apa, tapi yang jelas, ia adalah orang hukum.
Lalu kemarin, ada ustadz kondang yang emosional saat membaca pernyataan menteri. Beritanya disini: Ustadz Yusuf Mansur Minta Maaf
Seharian, medsos dipenuhi sumpah serapah dan hujat menghujat, dan tentu saja, isu yang digunakan sangat seksi, yaitu agama. Lalu kemudian ketahuan, bahwa beliau tidak tabayun dan informasi yang diterima tidak akurat. Beliau telah minta maaf. Hanya saja, waktu sehari penuh itu telah terbuang untuk saling membenci sesama anak bangsa.



Duh, jujur sebel banget deh.
Saya jadi berpikir, selama 5 tahun pemerintahan Jokowi-JK ke depan, akan ada bebeapa banyak waktu yang kita gunakan untuk saling hujat dan membenci?
Setiap hari, ada saja isu yang digoreng – untuk membuat anak bangsa saling mencaci, lalu terpaksa, kita akan menghabiskan banyak waktu untuk mengklarifikasi.
Kalau tidak diklarifikasi, nanti fitnahnya tambah menjadi.
Jika diklarifikasi, fitnahnya ini lho ngga habis-habis. Adaaaaaaaaa saja yang dijadikan bahan fitnah. Heran saya Ya Allah. Entah apa isi kepalanya. Kalau Aa Gym bilang, teko hanya mengeluarkan apa yang menjadi isinya. Jika isinya kopi, maka yang keluar dar teko tersebut juga kopi. Sedangkan jika isinya comberan, maka tentu yang keluar juga air comberan.
Nyadar ngga sih, Suriah dan Libya hancur lebur seperti itu karena apa? Itu semua karena media! Sebagian rakyatnya berhasil diprovokasi untuk melengserkan pemimpinnya, mereka berdemo, lalu ‘invisible hands’ menjadikan sesuatunya keruh dengan mensuplai senjata – berikut jihadis dari seluruh dunia. Apa yang terjadi sekarang? Libya dan Suriah luluh lantak!
Dan, apakah itu juga yang kalian inginkan terjadi pada negeri ini?
Alih-alih menggunakan waktu untuk hal nyata untuk membangun bangsa, kini kita malah sibuk berperang di medsos. Andaikan waktu 2 jam untuk perang di medsos, kita gunakan untuk gotong royong mengeruk sampah di komplek perumahan agar tidak bau, berpenyakit, dan menyebabkan banjir selama musim hujan...
Hanya satu saja kesimpulan saya – bagi siapapun yang konsisten menebar fitnah dan perpecahan di Indonesia ...
Mereka tidak menghendaki Indonesia jaya. Mereka tidak menghendaki Indonesia menjadi bangsa yang besar...
Bisa jadi, merekalah antek asing yang sebenarnya!

No comments:

Post a Comment