Thursday, November 2, 2017

Pengalaman Naik Kapal Fery Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk


Flashback.. Perjalanan berat kami tempuh dari Tangerang - Jakarta  hingga  Banyuwangi, diujung pulau jawa kami dihadapkan dengan pelabuhan yang menghubungkan antara Pulau Jawa dan Bali. Deg-degan rasanya ketika melalui Jalur Hutan di Banyuwangi yang penuh dengan truk truk yang berhenti berharap sumbangan dan monyet-monyet yang mengintai siap menerima umpan lambung dari Kacang Kacang cemilan yang kami lempar.
...
Akhirnya kami sampai di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi..

Tarif Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Naik 12 Persen, Ini Tarif Baru Penumpang dan Kendaraan!
sumber pic : kompas.com
Memasuki Areal Pelabuhan Ketapang kami langsung dicegat oleh Aparat kepolisian untuk memeriksa kelengkapan SIM dan KTP kami, mungkin untuk keamanan bagi siapa saja yang memasuki pulau Dewata tersebut. Lalu kemudian  kami membayar di Loket khusus Kendaraan dengan Biaya Sekitar 200rb  untuk Mobil dan Juga 4 orang Penumpangnya


Mobil langsung menuju dek bawah beserta kendaraan kendaran lain, begitu penampakannya liat di gambar atas ya gaes..  oya.. jalur ketapang gilimanuk ini ombaknya kadang tinggi karena pernah ada kejadian mobil yang didalam fery ini terombang ambing saling menubruk satu sama lain, karena saking besarnya ombak.. hiiii Ngeri ya gaes..


Karena kami capek 2 hari hampir full nyetir teruss akhirnya kami tepar sejenak istirahat, sedangkan ibu kami dengan santainya berselfie ria hahahahaa narsiss abissss


Segitu aja ya gaes.. gak ada emejing emejingnya sih cuma mau ngasih tau kalau lewat sini kudu pake nyerahin identitas (dipinjem doang diliat bentar balikin lagi kok) sama tarifnya yang gak begitu mahal sih dibanding sama Tarif Jawa - Sumatera yang satu mobilnya sampai 350rb itupun belum sama tarif orangnya 

See you on next trip-article ya gaes...


No comments:

Post a Comment